Monday, November 18, 2019

Penyesalan ucapan adalah doa

Di suatu hari, hiduplah seorang anak yang hendak pergi bekerja kelompok dengan teman-temannya,
 sebut saja Anto, dia adalah pelajar SMP kelas IX tahun 2019/2020.

"trriing trriing" Menandakan bel istirahat di mulai,enam murid laki laki sebut saja
Rafa,Rendi,Satrya,Arya,Rama dan Anto, mereka adalah murid biasa seperti murid pada umumnya, tetapi pada jam pertama pelajaran, yaitu pelajaran IPS kelas IX B di beri tugas untuk membuat Peta salah satu negara di kawasan benua Asia.

"Gimana nih, kita ngerjainnya kapan ?" tanya Satrya

"Gimana kalau nanti sore ?" jawab Rendi

"Tapi apa mungkin selesai kalau kita kerjakan dalam sehari ?" Rafa bertanya

"kalau belum selesai kita lanjutin pada hari sabtu sore sekalian malam mingguan." Usul Anto

"Oke setujuh !" jawab Rama dengan semangat (jomblo)

"Baiklah aku setuju jangan lupa bahan bahannya yaa...!" seru Arya

Bel masuk pun berbunyi yang artinya mereka harus segera kembali ke kelas kalau tidak mereka akan terkena masalah seperti minggu kemarin.
Sampai di kelas Satrya bertanya apa mata pelajaran selanjutnya...

"Matematika !" jawab Anto dengan lantang

"Astagaa aku belum mengerjakan PR...." seru Rama

"Ahh itumah gampang tinggal liat kerjaan Anun saja pasti dia sudah selesai!" jawab Rendi

"Haish cepat salin nanti keburu gurunya datang!!!" seru Rafa

"trriing trring" bel pulang pun berbunyi ke enam anak itu pulang ke rumah masing masing,
sesampai di rumah mereka menyantap  makanan yang sudah di siapkan, setelah makan siang Anto pun segera pergi ke kamar mandi untuk segera mandi.
setelah mandi Anto Izin ke orang tuanya,

"Bu saya mau pergi kerja kelompok di rimah Rendi" Anto pamit

"Hati hati di jalan nak" jawab ibu Anto

"Hapenya awas jatuh nak." seru ayah Anto dengan tegas.

"Alah kalo jatuh tinggal beli lagi.." canda Anto

"Assalamualaikum Wr Wb" salam Anto dan segera meningalkan rumahnya

"Waalaikumussalam Wr Wb" jawab orang tua Anto

Antopun tiba di rumah Rendi, terlihat Rafa,Rendi,Satrya, dan Rama sudah tiba di rumah Rendi.
Anto dan Arya segera turun dari motornya, dan mereka segera mengerjakan tugas yang di berikan tadi.

Tak banyak bicara mereka langsung mengerjakan tugas tersebut.
satu jam pun berlalu dan sesuai perkiraan tugas mereka belum selesai, hari mulai gelap mereka segera pulang ke rumah masing masing, sebelum pulang mereka pamit kepada orang tua Rendi.

"Kami pulang dulu" pamit mereka ke orang tua Rendi

"Hati hati di jalan ya nak..." jawab orang tua Rendi

"Assalamualaikum Wr Wb" ucap salam mereka ke orang tua Rendi

"Waalaikumussalam Wr Wb" jawab orang tua  Rendi

Sesampai di rumah masing masig mereka menjutkan kegiatan mereka sehari hari.



Hari Sabtu pun tiba mereka sudah membicarakan tentang kelanjutan kerja kelompok mereka di sekolah dan di hari itupun ada salah satu dari orang dari mereka yang  berulang tahun.

Di sore hari hati Anto merasa tidak nyaman dan enggan pergi ke kerja kelompok tersebut,
tetapi Anto merasa tidak enak kepada Satrya yang pada wanktu itu mengundang ke acara ulang tahunnya. Antopun memutuskan untuk datang ke kerja kelompok serta ke acara ulang tahun Satrya.

Setelah berkumpul semua di Indiemaret mereka segera pergi ke warung mie ayam yang terletak di gading mereka menikmati mie tersebut dan sambil bercakap cakap.

"Selamat ulang tahun yang Satrya semoga tambah pintar, berbakti kepada orang tua dan semoga barokah umurnya" ucap Anto,Rafa,Rama,Arya,Rendi

"terima kasih teman teman" jawab Satrya dengan raut wajah gembira

merekapun segera menyanyap mie ayam yang sudah di hidangkan oleh akang mie ayam tersebut.
di tengah tengah ibu Rafa menelfon dan menanyakan posisi Rafa pada saat itu.

"Hallo ma Assalamualaikum" ucap Rafa

"Waalaikumusssalam nak, kamu lagi di mana sekarang" tanya ibu Rafa\

"Aku lagi di Gadig ma, di acara ulang tahunnya Satrya" jawab Rafa di telfon

"ohh.. yaudah kalo udah selesai langsung pulang yah nak," seru ibu Rafa

"Iya mah, aku tutup yah Assalamualaikum" jawab Rafa

"Waalaikumussalam" jawab ibu Rafa

Telepon pun di tutup oleh Rafa, dan Rafa segera memberitaukan kepada teman temannya agar lebih cepat.

"Teman teman aku selesai ini langsung pulang yah" seru Rafa

"yaudah sekalian kita pulang bareng bareng" jawab Satrya

mie ayam di mangkuk tersebut akhirnya habis dan mereka segera kembali ke rumah masing masing
tanpa sadar Anto menaruh Handphonenya di dalam jaket, dan iya di jalan Handphone milik Anto tersebut terjatuh dan entah terjatuh di mana,

Setelah setengah jalan Anto menyadari Handphonenya tidak ada di dalam saku jaketnya..
Anto pun segera memberi tahu temannya dan segera putar balik ke arah mie ayam yang tadi.

"Ehh.. kok Hpku nggak ada yahh...!!!"

"Temen temen berhenti sebentar!!!" Seru Anto

"Ada apa Anto ?" tanya Rendi

"Handphoneku terjatuh" jawab  Anto

"Haa.. terjatuh dimana?" tanya rendi

"ntahlah aku mau putar balik dulu mau nyari"

"Yaudah aku ikut" jawab Rendi

"Yaudah ayo cepet" jawab Anto

Mereka pun putar balik mencari HP Anto yang hilang,Anto menyusuri setiap sudut jalanan tetapi ia tetap tidak melihat Handphonenya hingga akhirnya sampai ke tempat Mie ayam.
Anto pun bertanya kepada penjaga mie ayam, tetapi penjual ayam tersebut bilang tidak tahu..
Mereka tidak menyerah begitu saja, mereka menggunakan semua kemampuan yang mereka miliki
mulai dari menelpon,melacak email,melacak ip, tapi karena GPS pada handphone Anto mati jadi semua itu sia sia.

Antopun menyesali perkataan "KALAU HILANG TINGGAL BELI LAGI" dan ia berjanji tidak akan mengucap kata sembarangan lagi.

Inti dari cerpen diatas adalah JANGAN berbicara sembarangan karena INGAT 
"UCAPAN ADALAH DOA"






"